Bisnis.com, CIREBON - Sepanjang 2023 hingga 2024, Astra Tol Cipali lakukan penambahan lajur ketiga di beberapa titik strategis.
Pada 2024, pekerjaan pelebaran jalan Tol Cipali dilakukan sepanjang 23 kilometer di KM 87 hingga KM 110. Sementara itu, pada 2023, lajur ketiga telah ditambahkan sepanjang 18,2 kilometer, meliputi KM 72-87, KM 101-102, dan KM 130.
Direktur Operasional Astra Tol Cipali Rinaldi mengungkapkan proyek ini merupakan bagian dari upaya peningkatan layanan dan keselamatan bagi pengguna jalan.
“Penambahan lajur ketiga ini kami lakukan secara bertahap untuk memastikan arus lalu lintas tetap lancar selama proses konstruksi. Saat ini, segmen yang telah selesai masih dalam tahap evaluasi sebelum bisa digunakan oleh masyarakat,” kata Rinaldi, Kamis (27/2/2025).
Berdasarkan data lalu lintas, segmen di wilayah Subang menjadi titik dengan volume kendaraan tertinggi. Kepadatan lalu lintas yang terus meningkat di area ini menjadi salah satu alasan utama penambahan lajur ketiga.
“Subang menjadi daerah dengan arus kendaraan yang paling tinggi. Oleh karena itu, pelebaran jalan di area ini sangat penting untuk meningkatkan kapasitas dan mengurangi potensi kemacetan,” kata Rinaldi.
Baca Juga
Dengan adanya penambahan lajur ketiga, diharapkan tol Cipali dapat mengakomodasi kendaraan lebih banyak, terutama pada saat libur panjang dan musim mudik Lebaran yang kerap menyebabkan kepadatan ekstrem.
Meskipun pekerjaan fisik sudah rampung, lajur tambahan ini belum bisa langsung digunakan oleh pengendara. Astra Tol Cipali masih harus melakukan serangkaian uji coba dan mendapatkan izin resmi dari Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
“Sebelum bisa digunakan oleh masyarakat, kami akan melakukan tahap pengujian untuk memastikan keamanan dan kelayakan jalan. Ini melibatkan pengecekan struktur jalan, sistem drainase, serta rambu-rambu lalu lintas,” jelas Rinaldi.
Menurutnya, uji coba ini krusial untuk memastikan bahwa jalan dapat digunakan secara optimal tanpa menimbulkan risiko bagi pengguna. Astra Tol Cipali bekerja sama dengan berbagai pihak terkait, termasuk BPJT dan Kementerian PUPR, untuk memastikan proses ini berjalan sesuai dengan standar yang ditetapkan.
Penambahan lajur ketiga ini diharapkan dapat membawa dampak positif bagi kelancaran arus kendaraan di Tol Cipali. Dengan bertambahnya kapasitas jalan, waktu tempuh bagi pengendara di jalur ini bisa lebih efisien, terutama di titik-titik yang selama ini menjadi langganan kepadatan.
“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan bagi pengguna jalan tol. Dengan adanya lajur ketiga, perjalanan di Tol Cipali bisa lebih nyaman dan aman,” kata Rinaldi.
Selain itu, peningkatan kapasitas jalan juga diharapkan dapat menurunkan angka kecelakaan yang sering terjadi akibat kepadatan lalu lintas. Astra Tol Cipali mencatat, sebagian besar kecelakaan di jalan tol terjadi akibat kepadatan tinggi dan kelelahan pengemudi. Dengan jalur tambahan, risiko ini bisa ditekan.
Meskipun sudah dibuka, Astra Tol Cipali tidak bisa serta-merta membuka lajur tambahan ini untuk umum tanpa izin dari BPJT. Proses perizinan ini diperlukan agar semua aspek keselamatan dan teknis terpenuhi sebelum lajur baru bisa difungsikan.
“Setelah pengujian selesai, kami akan mengajukan izin operasional kepada BPJT. Begitu izin turun, lajur ketiga ini bisa segera digunakan,” kata Rinaldi.
Pihak Astra Tol Cipali berharap izin tersebut bisa segera diterbitkan agar manfaat dari proyek ini bisa segera dirasakan oleh masyarakat. Dengan lalu lintas yang semakin padat di Tol Cipali, pembukaan lajur tambahan akan menjadi solusi penting dalam mengurai kepadatan, terutama di titik-titik krusial seperti Subang.
Ke depan, Astra Tol Cipali berencana terus melakukan peningkatan infrastruktur untuk mengimbangi pertumbuhan jumlah kendaraan. Rinaldi menyebutkan, selain penambahan lajur, perusahaan juga akan fokus pada peningkatan fasilitas pendukung, seperti rest area, penerangan jalan, dan sistem pemantauan lalu lintas yang lebih canggih
“Kami tidak hanya menambah lajur, tetapi juga meningkatkan kualitas fasilitas lainnya agar pengguna jalan tol bisa merasakan pengalaman berkendara yang lebih baik,” ungkapnya.