Bisnis.com, CIREBON — Para pemudik yang melintasi jalur Pantura Kabupaten Cirebon, Jawa Barat diminta untuk lebih berhati-hati terhadap potensi cuaca buruk selama masa arus balik Lebaran 2025.
Hujan dengan intensitas tinggi dalam beberapa hari terakhir dapat berdampak pada kelancaran perjalanan, terutama bagi mereka yang menggunakan kendaraan pribadi.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan kondisi atmosfer saat ini masih berpotensi memicu hujan lebat hingga ekstrem di sejumlah wilayah Indonesia termasuk sepanjang jalur Pantura.
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menegaskan pentingnya kesiapan pemudik dalam menghadapi situasi cuaca yang tidak menentu selama perjalanan pulang ke kota asal masing-masing.
"Cuaca adalah salah satu faktor utama yang dapat mempengaruhi keselamatan perjalanan. Oleh karena itu, kami mengimbau masyarakat untuk selalu memperbarui informasi cuaca sebelum berangkat. Pastikan kendaraan dalam kondisi prima, lakukan pemeriksaan rutin terhadap tekanan ban, sistem penerangan, serta ketersediaan peralatan darurat seperti ban cadangan dan alat komunikasi. Jika hujan deras terjadi, sebaiknya menunda perjalanan dan mencari tempat berlindung yang aman," ujar Dwikorita dikutip Rabu (2/4/2025).
BMKG mengungkapkan cuaca buruk yang terjadi saat ini dipengaruhi oleh sejumlah faktor meteorologi. Beberapa fenomena atmosfer turut berkontribusi terhadap tingginya curah hujan, termasuk sirkulasi siklonik di perairan sekitar Indonesia, aktifnya fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO), serta gelombang atmosfer Rossby Ekuator dan Kelvin.
Baca Juga
Menurutnya, kombinasi dari berbagai faktor ini memperkuat pertumbuhan awan hujan di sejumlah wilayah, sehingga meningkatkan potensi hujan dengan intensitas tinggi hingga ekstrem.
"Berdasarkan pantauan kami, dalam beberapa hari ke depan, hujan deras masih berpotensi terjadi di berbagai daerah, termasuk di Sumatra Utara, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Barat, dan Papua Selatan," katanya.
BMKG juga mengingatkan para pemudik untuk mewaspadai sejumlah jalur rawan banjir dan longsor yang berpotensi terdampak cuaca ekstrem. Jalur Pantura Cirebon menjadi salah satu titik yang perlu diwaspadai mengingat sering terjadi genangan air saat hujan lebat.
Agar perjalanan tetap aman dan nyaman, BMKG memberikan beberapa rekomendasi bagi pemudik yang harus melakukan perjalanan dalam kondisi cuaca ekstrem.
Selalu periksa informasi cuaca terkini dari BMKG sebelum berangkat untuk menghindari perjalanan saat hujan deras atau badai.
Pastikan kondisi kendaraan dalam keadaan optimal dengan memeriksa tekanan ban, rem, dan sistem kelistrikan secara rutin.
Jika curah hujan terlalu tinggi, sebaiknya tunda perjalanan dan cari tempat yang aman untuk berhenti. Saat berkendara dalam kondisi hujan, kurangi kecepatan untuk mengurangi risiko kecelakaan akibat jalan licin.
Selain itu, menjaga jarak aman dengan kendaraan lain sangat penting agar memiliki waktu reaksi lebih lama saat pengereman mendadak. Jangan lupa menyalakan lampu kendaraan saat hujan agar lebih mudah terlihat oleh pengendara lain.