Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Unggul di Pilkada Indramayu, Lucky Hakim Pernah Mundur dari Jabatan Wakil Bupati

Lucky-Syaefudin unggul 68%. Sementara, lawan terberatnya, Nina Agustina-Tobroni hanya mampu mengumpulkan 25% suara, dan Bambang Hermanto-Kasan Basari 7% suara.
Lucky Hakim/istimewa
Lucky Hakim/istimewa

Bisnis.com, INDRAMAYU - Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Indramayu, Lucky Hakim-Syaefudin unggul berdasarkan hasil penghitungan cepat di pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak 2024.

Berdasarkan penghitungan cepat, Lucky-Syaefudin unggul 68%. Sementara, lawan terberatnya, Nina Agustina-Tobroni hanya mampu mengumpulkan 25% suara, dan Bambang Hermanto-Kasan Basari 7% suara.

Diketahui, pada periode 2021-2026, Lucky merupakan Wakil Bupati Indramayu mendampingi Nina Agustina.Namun pada 2023, Lucky memutuskan untuk mundur dari jabatannya tersebut.

Bukan tanpa alasan, keputusan mundurnya itu karena tidak pernah didelegasikan untuk mengejarkan tugas apapun dari Nina Agustina.

“Perjanjian awal mari kita bangun Indramayu sama-sama dan  porsi-porsi yang dibagi. Begitu jalan, dikembalikan ke tugas masing-masing. Jadi saya diam selama tidak ada delegasi,” kata Lucky beberapa waktu lalu.

Lucky menyebutkan, saat kampanye selama empat bulan, ia mendatangi 860 titik. Dalam masa tersebut, pasangan Nina-Lucky menjanjikan 99 program kepada masyarakat di Kota Mangga.

Pascaterpilih, lanjut Lucky, ia mengaku tidak mampu merealisasikan janji kampanye tersebut lantaran tidak pernah diberikan mandat menjalankan program.

“Saya ditagih katanya akan membayar gaji imam masjid Rp1 juta hingga janji memberikan ambulan setiap desa. Namun sampai sekarang belum direalisasikan. Artinya saya harus mundur,” kata Lucky.

“Kemudian, Waktu itu DPRD mempertanyakan juga, kenapa wakil tidak bekerja, padahal sudah dibayar Rakyat. Saya dibilang nganggur karena tidak ada perintah. Dari situ mereka baru paham,” sambung Lucky.

Selain tidak pernah diberi mandat, Lucky juga mengaku tak mendapatkan fasilitas sebagai wakil bupati, mulai dari ajudan, protokoler,dan pengawalan polisi hingga satpol PP.

“Sampai tukang ketik di kantor juga ditarik. Padahal itu semua hak saya. Mohon maaf kepada masyarakat Indramayu saya tidak bisa menepati janji,” kata Lucky.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Hakim Baihaqi
Editor : Ajijah
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper